JAKARTA – DPP LDII mengusulkan delapan desa binaan tematik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Usulan ini disampaikan Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, dalam pertemuan dengan Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, di kantor Kemendes PDT, Senin (27/4/2026).
Usulan tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Mendes PDT saat menghadiri silaturahmi Syawal DPW LDII Banten pada Sabtu (18/4). “Saat di Banten, Pak Menteri minta LDII menyiapkan usulan desa binaan tematik. Maka pada kesempatan ini kami usulkan delapan desa,” ujar Dody.
Dody merinci delapan desa tersebut tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi. Pihaknya telah berkomunikasi intensif dengan pengurus DPD LDII dan kepala desa setempat untuk memetakan potensi dan penggerak di tiap wilayah.
“Kami sudah berkomunikasi dengan DPD dan kepala desa masing-masing. Saat amanah diberikan, LDII langsung bergerak cepat melakukan implementasi di lapangan,” jelasnya.
Menteri Yandri Susanto mengapresiasi usulan LDII. Ia menilai LDII sebagai mitra strategis dengan komitmen tinggi dalam berbagai aspek, mulai ketahanan pangan hingga bela negara.
“Saya sudah sampaikan agar LDII membuat peta jalan desa binaan yang akan dikelola bersama Kemendes dan LDII,” ungkap Yandri. Ia menegaskan langkah ini merupakan tindak lanjut MoU yang telah disepakati tahun lalu.
Mendes PDT juga menyoroti masalah blank spot. Ia menyebut masih ada sekitar 3.000 desa di Indonesia yang tidak memiliki sinyal telekomunikasi, sehingga menjadi tantangan untuk menjadikan desa lebih maju dan sejahtera.
“Inti pokoknya kami sudah melihat komitmen tinggi LDII dari berbagai aspek, baik ketahanan pangan, bela negara, maupun SDM. Saya menyaksikan langsung,” ujar Yandri.*











